Pages

agoda.com INT TinyDeal INT Aliexpress INT TinyDeal INT Booking.com INT Lazada MY

Satu kerinduan yang tak bisa terhapus

Rindu. 

Didalam kepalaku terngiang-ngiang, terkenang-kenang, teringat-ingat akan saat-saat itu. Saat gerak kaki, hentak kaki, derup kencang langkah kaki manusia untuk tuju ke arah yang Satu.

Masih lagi giat berlegar-legar dalam ruang kepala akan pujuk rayu, senyum manis saat pedagang meraih rezeki dari manusia yang menuju ke arah yang Satu itu. 

Merpati yang terbang bebas seakan-akan tiada langsung risau akan kekalutan dunia yang berlaku. Terus menerus mematuk butir gandum hasil taburan manusa yang menuju ke arah yang Satu itu. Sampai masa, terbanglah ia, sampai jiwa manusia-manusia itu senang, tenang dan gembira walau dugaan untuk sampai ke arah yang Satu ini merempuhi ranjau, onak duri dan kalut hati yang bukan mudah.

Sinar mentari yang menyelimuti bandar yang Satu itu seakan tidak mahu berpisah menawar hangat nikmat kurniaanNYA. Seakan cemburu tugas itu diserahkan kepada rembulan purnama dikala gelap gelita. Namun semua yang berlaku sudah tertulis sejak dari azali. Tinggal lagi bagaimana mahu mentafsir dalam mensyukuri nikmat yang telah dilimpahkan.
Musim Haji 1434H
Aku.  Kini dalam dunia realiti yang penuh onak dan duri. Tidak lagi didunia yang satu itu dimana semuanya indah dan gembira senantiasa. Namun, cukup aku katakan, aku bersyukur dengan nikmatmu ini Ya Allah, Tuhan yang aku sembah. Semoga kenangan itu menjadi asbab untuk aku berhati-hati berlari mencari 'kehidupan' di dunia yang fana ini.

Tidak dapat dibayangkan betapa gembiranya saat menjejaki kaki ke situ. Indah. Teramat indah. Tiada apa yang dapat menandingi perasaan tenang, hiba, berkecamuk, insaf diri yang sentiasa datang dan pergi. Kompleks. Sukar untuk diluahkan, tidak puas untuk dikongsikan. Tidak termampu nak menggambarkan bila diri ini sedar diri ini hadir dari jemputanMu seperti dalam seruan Bapa Segala Nabi-nabimu yakni Nabi Ibrahim A.S saat baginda usai membina rumahMu yang tersangat indah menjadi paksi dan saksi diri ini menghambakan diri.

Kini musim itu menjelang lagi. Membuka lembaran kisah dan cerita untuk tetamumu lagi. Mereka pasti merasakannya. Betapa bertuahnya diri mendapat gelaran Dhuyufurrahman. Allah, Allah, Allah.... saat ini, ketika ini, jiwa ini, hati ini masih mengimpikan saat-saat indah tersebut berulang kembali.

Ya Allah, engkau makbulkan doa diri hambamu ini. Jemputlah diri ini kembali, kembali menghadapMu di rumahMu yang istimewa. Yang tiada tolok bandingnya. Yang tiada yang keduanya. Jemputlah diri ini dan keluarga agar sampai menziarahi kekasihmu, insan agung terpilih paling istimewa disisiMu. Aku rindukanmu Ya Rasulullah. 

Aku terkadang takut, gusar tidak mampu menjaga amanat ini. Amanat yg telah diterima saat berada disana. Aku pohon kepada Allah, agar aku kekal tunduk, paksakan aku terus tunduk dalam menjadi hambaMu yang sejati. Peliharalah sekalian umat Islam seleruhnya, bukakan pintu hidayah kepada umat manusia yang lainnya. Agar kembali kepadaMu, kepada fitrah kejadian yang sebenar.

'Tidaklah aku jadikan jin dan manusia, kecuali agar mereka beribadah kepadaku'
(Az-Zariyat: 56)


No comments:

Post a Comment